Aku pandang wanita itu. Tak asing memang, karena dialah kawanku selama 3 tahun ini. Cantik. Bibirnya yang merah. Mungil. Temanku ini memang cantik.Dan aku menyukainya.
Tiga tahun yang lalu, saat pertama kali aku berada di kota ini dan pertama kalinya aku menginjakan kaki di SMP N 1 sebagai murid, pertama kali pula aku mengenal dia. Aku yang selalu berpindah-pindah sekolah karena harus mengikuti bapak bertugas, memang tidak terlalu pandai bergaul. Aku tidak bicara kalau tidak diajak bicara.
Aku hanya sendiri di lobi sekolah, sementara murid-murid lain lalu lalang di depanku. Ada yang datang berlima, bertiga dan ada yang sendiri. Ah tapi yang sendiri lalu menemukan temannya. Enak ya mereka, bisa langsung akrab.
Terus aku pandangi gerbang sekolah, berharap ada yang aku kenal. Sudah tidak ada lagi yang masuk karena ini hampir pukul 7. Oh tidak, ada satu lagi. Seorang siswa yang diantar ibunya menggunakan sepeda onthel. Dia tergesa-gesa untuk masuk. Tubuhnyakecil dengan seragam yang masih baru, seperti punyaku, lari-lari menuju lobi. Tas yang ada dibelakangganya juga ikut bergerak mengikuti gerak tubuhnya. Ketika hampir sampai ditempatku, dia tersenyum.
"Ayo, sudah mau jam 7," dia menyapaku.
"Ya," aku mengikuti langkahnya.
"Kamu anak baru ya?" tanyanya. Aku hanya mengangguk. "Kelas?" tanyanya lagi.
"Tujuh A, kamu?"
"Sama donk. Ayo, aku tahu ruangannya," langkahnya semakin cepat menuju ruang yang paling ujung. Kelas 7A.
Di dalam kelas, sudah penuh. Ada yang saling berkenalan. Ada yang nampaknya sudah akrab. Dan yah.... di bangku nomor 3, belum ada penghuninya. Aku memberi kode ke anak yang bareng aku tadi. Aku satu meja dengan dia.
"Sorry, tadi kita belum kenalan. Aku Erma," aku mengulurkan tangan.
"Cantik. Panggil aja Caca," dia menyambut tanganku.
*BERSAMBUNG*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar