Jumat, 04 Maret 2011

BUAT ANAK KOK COBA-COBA

Pagi tadi setelah mengantar adek sekolah, aku mampir ke rumah Eyang Kakung. Hihihihihi...sudah lama nggak main ke rumah Eyang, selain itu ada titipan juga dari Mama untuk ngembaliin baju Tante yang sudah lama dipinjam Mama. Padahal aku belum mandi. Baru bangun tidur sih (itu saja dibangunin adekku). Tapi beruntungnya diriku karena selalu terlihat sama saja antar mandi dengan belum mandi. Hoaaammmmm.....

Singkat cerita nih..... Di depan gang dekat rumah eyang, ada pemandangan bagus. Seorang wanita muda menggendong anak kecil usia 1 tahunan. Wanita dan anak kecil itu sedang mengantar seorang pemuda yang nampaknya mau kerja. Pemandangan yang sangat menyenangkan, sebuah keluarga yang harmonis.

Tahukah siapa mereka???? Mereka adalah teman masa kecilku. Si cewek adalah teman TKku dan yang cowok adalah salah satu teman yang suka main kelereng denganku. Ketika si cowok sunat pun aku sempat datang. Dulu ketika masih anak-anak, kami sering main sepeda bersama dan sekarang mereka sudah menjadi keluarga. OH my God!!!! Aku sudah punya ponakan.

MBA (Married By Accident) yang melatar belakangi pernikahan mereka. Mungkin ketika melakukannya hanya iseng belaka, tapi karena sudah jadi ya mau gimana lagi? Intinya tu BUAT ANAK KOK COBA-COBA, kalau si manusia mungil itu benar-benar hadir ya yang buat harus tanggung jawab.

Memang sih dimulai pada saat pubertas, hormon-hormon meningkat. Si alat kelamin juga ingin berguna. Rasa suka dengan lawan jenis juga muncul. Apalagi sekarang ini banyak sekali sarana dan prasarana untuk menggugah nafsu. Makin mendukung deh semuanya untuk belajar dan praktek langsung. Saranku nih kalau bener-bener mau praktek mending nikah saja deh.

Ssssttt.....Tapi nikah juga nggak cuma masalah melegalkan praktek membuat dedek saja lho!!!!! Urusannya lebih ribet. Harus siap lahir batin. Secara lahir, pasangan yang mau nikah harus mempertimbangkan kemampuannya untuk tanggung jawab dengan kesejahteraan keluarganya. Dan secara batin ........ hm... apa ya??? Gini deh praktek simpelnya, haram hukumnya lirik-lirik apalagi sampai suka dengan orang lain. Jika siap kenapa tidak nikah saja? Kalau aku sih belum siap....

Masih tetep mau praktek buat dedek?  Kalau menurutku lagi nih.... Sebenarnya ML diluar nikah tu banyak ruginya dari pada senengnya. Terutama buat ceweknya. Cewek itu kalau sekali ML bekasnya nggak hilang-hilang atau dengan mudahnya nggak perawan lagi. Emang sih sudah ada oprasi selaput dara, tapi kan itu tidak original. Mahal lagi.
Sering banget aku tanya sama cowok-cowok tentang urusan ini. Pertanyaannya simpel banget, "kalau kamu ketika nikah nanti milih pasangan yang masih "segel" atau yang sudah bolong?". Dan 50% lebih memilih yang masih "segel". Nah yo gimana para cewek????
Untuk cowok, aku nggak bisa ngasih argument lebih (ya...karena aku belum pernah jadi cowok). Tapi menurut pemikiranku dan beberapa artikel yang pernah aku baca, ML sebelum nikah akan membuat hambar hubungan intim setelah nikah. Hal ini karena si cowok telah "berpengalaman" dan akan menuntut pengalaman lebih. Apalagi kalau pasangan MLnya sebelum nikah itu lebih OK daripada istrinya. Pasti ada rasa membanding-bandingkan.

Lalu solusinya gimana??????
Kalau menurutku dan beberapa sumber (lagi) ada beberapa 3 cara pokok untuk menghindarkan keinginan ML sebelum nikah, yaitu:
  1. Niat dan komitmen.
  2. Kalau ingin belajar tentang sex sebisa mungkin dengan ahlinya.
  3. Perbanyak kegiatan yang positif.
Pesenku sih, kalau mau buat anak jangan coba-coba. Kalau belum siap untuk menanggung malu, ya jangan main papah mamah sebelum nikah. Tapi untuk semua itu kembali ke pribadi kita sih. Bagaimana kedewasaan, rasio dan hati nurani kita pakai.

Hm.......postingan kali ini menuntut untuk berpikir keras. Alhasil sekarang laper deh... Udah ah ngetiknya, mau makan..... Sampai ketemu di postingan selanjutnya. Mari makan!!!!!!!!!!!!!

3 komentar:

Arnindhita Lei mengatakan...

wah, iya, aku juga punya temen yang kayak gitu :O

follow blog aku ya lyn, walaupun blog ku nggak update sih...hehehe :3

facetopes mengatakan...

sudah dita. blogmu sudah aku follow.....

facetopes mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.