Selamat pagi mentarinya Sabtu 31 Agustus 2013! Hari yang ditunggu dan telah direncanakan. Berbekal setumpuk rindu yang sudah disimpan sejak berhari-hari sebelum hari ini, aku menunggu. Kembali melihat bola mata yang aku lihat berminggu-minggu yang lalu. Aku menunggu hari ini.
******
Aku benci hari ini. Setelah ku persiapkan rindu untukmu, masih saja ada yang menghalangi. Aku benci jarak.
******
Kepada manusia yang sejak Oktober tahun lalu telah menemaniku, aku mencintaimu. Tak punya kata yang pas untukmu, karena kamu bukanlah sekedar kata. Kamu adalah rinduku. Rindu yang membuatku bertahan dan rindu yang membuatku rapuh.
Aku mengerti kenapa aku membutuhkanmu. Kamu adalah kunci yang bisa membuka kemunafikanku. Sungguh biasa aku bisa berbaik-baik dengan orang, tapi denganmu aku bisa marah. Marah semarah-marahnya hingga aku hanya mampu diam, itu hanya terjadi padamu. Atau bahkan menangis sejadi-jadinya sampai aku hanya bisa terisak, ya itu hanya terjadi padamu.
Aku salut padamu yang mampu menemaniku saat membatu. Menungguku setiap malam walau kamu sering kali tertidur dan ketika kubuka ponsel pagi-pagi ada pesan "maaf ketiduran". Dan menjadi tempatku pulang disaat aku sempoyongan dihantam kenyataan.
******

Tidak ada komentar:
Posting Komentar