Sabtu, 14 Juli 2012

Mamaku Rempong


                Akhir –akhir ini mamaku menjadi sangat melankolis. Dikit-dikit nangis. Coba tebak kenapa sebabnya? Gara-garanya adekku yang pertama masuk SMA yang harus di asrama. Adekku masuk pondok pesantren.
                Setiap teringat adekku, mama selalu nangis. Sampai-sampai adekku yang paling kecil pun ngolok-ngolok juga. “Mama… ki gembeng! Mesti ra lulus TK (Mama…. Itu cengeng! Pasti nggak lulus TK),” kata adekku. Dan hampir setiap malam (padahal adikku masuk asrama 3 hari yang lalu) minta dianterin ke asrama adekku. Mending deh kalau adekku asramanya jauh. Nah ini dekat banget. Masih di Jogja juga, di utara alun-alun utara.
                Kekonyolan mamaku setelah adek di asrama:
1.       Rencana pengen ngontrak rumah deket asrama adekku. Dan aku diajak. Nah apa alasan ibukku mau ngontrak rumah? itu karena ibukku masih kawatir, adekku bisa nyuci sendiri nggak, makannya sesuai nggak dan yang paling simpel adalah adekku bisa pakai kerudung sendiri nggak. Huft!!!
2.       Tiap malem ke asrama adekku. Nah ini tujuannya adalah untuk memastikan adikku kedinginan atau nggak.
3.       Nyogok bu asrama. Nah ini tujannya biar adikku jadi anak emasnya ibu asrama.
Huh… memang lebay.
                Tapi dari sini aku dapat menyimpulkan kenapa aku nggak boleh kos. Mamaku nggak mau ketauan kalau kangen sama aku :p. Padahal rencana 2 tahun lagi (selesai kuliah), aku mau langsung capcus ke Bandung. Cus deh!!!
                Hm… besok ketika aku sudah jadi emak-emak, apa juga akan seperti mama yang super rempong? Aha…. Nggak sepertinya J

2 komentar:

Ade mengatakan...

waaah... kalo kayak gini, kamu bakalan susah kawin nih mbak :D

soale mamakmu gak pengen km ikut suamimu :p

facetopes mengatakan...

wewww jangan sampai deh. jangan" nanti aku akan dijodohkan dengan pemuda depan rumah.hahah