Akhir
–akhir ini mamaku menjadi sangat melankolis. Dikit-dikit nangis. Coba tebak
kenapa sebabnya? Gara-garanya adekku yang pertama masuk SMA yang harus di
asrama. Adekku masuk pondok pesantren.
Setiap
teringat adekku, mama selalu nangis. Sampai-sampai adekku yang paling kecil pun
ngolok-ngolok juga. “Mama… ki gembeng! Mesti ra lulus TK (Mama…. Itu cengeng! Pasti
nggak lulus TK),” kata adekku. Dan hampir setiap malam (padahal adikku masuk
asrama 3 hari yang lalu) minta dianterin ke asrama adekku. Mending deh kalau
adekku asramanya jauh. Nah ini dekat banget. Masih di Jogja juga, di utara
alun-alun utara.
Kekonyolan
mamaku setelah adek di asrama:
1. Rencana
pengen ngontrak rumah deket asrama adekku. Dan aku diajak. Nah apa alasan
ibukku mau ngontrak rumah? itu karena ibukku masih kawatir, adekku bisa nyuci
sendiri nggak, makannya sesuai nggak dan yang paling simpel adalah adekku bisa
pakai kerudung sendiri nggak. Huft!!!
2. Tiap
malem ke asrama adekku. Nah ini tujuannya adalah untuk memastikan adikku kedinginan
atau nggak.
3. Nyogok
bu asrama. Nah ini tujannya biar adikku jadi anak emasnya ibu asrama.
Huh… memang
lebay.
Tapi
dari sini aku dapat menyimpulkan kenapa aku nggak boleh kos. Mamaku nggak mau
ketauan kalau kangen sama aku :p. Padahal rencana 2 tahun lagi (selesai kuliah),
aku mau langsung capcus ke Bandung. Cus deh!!!
Hm…
besok ketika aku sudah jadi emak-emak, apa juga akan seperti mama yang super
rempong? Aha…. Nggak sepertinya J
2 komentar:
waaah... kalo kayak gini, kamu bakalan susah kawin nih mbak :D
soale mamakmu gak pengen km ikut suamimu :p
wewww jangan sampai deh. jangan" nanti aku akan dijodohkan dengan pemuda depan rumah.hahah
Posting Komentar