Alhamdulillah yah aku bisa posting blog lagi. Sudah lama banget blognya aku diemin. Kali ini aku mau crita tentang pengalaman wawancaraku dengan timnas U-23 hari ini, Senin 5 September 2011.
Cerita dari awal ya.... Hari ini aku kuliah pertama. Yeyeyeye....sampai kampus dapat kabar kalau tim U-23 berlatih di stadion kampus. Naluri wartawan beraksi (sok banget seh...), niat untuk liputan ekspresionline.com pun membuncah (kalo ini beneran). Perlengkapan perang (baca: kamera, perekam dan kartu pers) dikumpulkan -kamera harus cari di bascamp ekspresi.Yang ternyata kamera dibawa temen. Eh sepertinya tadi aku mahasiswa pertama masuk Student Center di hari pertama masuk kuliah-.
Yuhu... akhirnya masuk lapangan. Hohohoho pemirsa, saya tidak kenal dengan pemain-pemainnya. Temenku yang akhirnya jadi tourguide. Dia bilang ada Kim Kurniawan, Yongki Ariwibowo dan yah aku lupa. Teman-teman yang lain nonton di tribun, sementara aku dengan PDnya jalan-jalan dipinggir lapangan, wartawan kampus (sombong dikit ah). Didalam aku bertemu kawan ekspresi lainnya. OK, bagi tugas. Aku wawancara dan dia foto.
Dibantu dengan teman kampusku yang tau menejer timnas, aku melobi menejernya untuk wawancara.
"Selamat pagi, saya lynda wartawan kampus UNY. Bisa wawancara dengan timnas?" kata pertamaku sambil menjabat tangan menejernya.
"Bisa. Mau wawancara dengan siapa?" menejernya ramah.
Tooooeeeeeeennnnnggggg..........siapa yang aku wawancarai ye. Lupa namanya. Beberapa detik clingak-clinguk di lapangan. Tetap aja lupa.
"Dengan Coachnya," kataku. Coach ato pelatih, pasti sebutan itu sama disetiap tim. Aku juga tidak tau posisi dalam sepakbola. Akhirnya aku pilih coachnya, bang Rahmad Darmawan.
"OK. Kalau dengan coachnya nanti tunggu setelah pertandingan," menejernya mengijinkan.
horeeeeeeeeee.........
*beberapa menit setelah nunggu di bawah tribun bersama teman-teman wartawan profesional lainnya*
Latihan selesai para pemain segera menuju bis. Para fans sudah menunggu di luar tribun. Yongki keluar duluan-Yongki dan Kim, adalah dua pemain yang sengaja aku hafalin wajahnya. Untuk menghindari aksiclingakclinguk seperti tadi-. Wartawan lain menuju lapangan dan aku mengejar Yongki. Perekam aku julurkan ke mulut Yongki.
"Yongki,aku wawancara sebentar,"aku menyamakan langkah Yongki, dia buru-buru banget mamen. "menurut kamu gimana lapangan UNY?"
"yah bagus,"jawabnya sambil ngeloyor.
nih anak singkat banget jawabnya. Tapi tetap pantang menyerah donk, pertanyaan-pertanyaanku yang lain menyerang yongki sebelum dia masuk bis. Yes berhasil.
Selanjutnya ada Kim Kurniawan, Adiknya Jenifer Kurniawan -istri irfan bachdim-. Sadar akan kemanpuan bahasa asingku, aku hanya membiarkan dia berlalu. Tapi eits staf UNY ada yang foto sama dia. Sekalian donk.
"Sorry Kim, foto with me," aku ngajak si Kim. Foto berdua dengan Kim deh -tapi setelah dilihat ternyata fotonya gelap. jingakkk....-
Di pintu masuk lobi tribun, fans antri foto dengan Kim. Banyak banget.... Aku bingung dengan euforia ini.
Foto grafer ekspresi mengingatkankku kalau ada wawancara dengan Rahmad Darmawan. OK deh. Ternyata diluar sudah ada wartawan yang mengerubungi coach. Langsung deh aku sodorin perekam. Tapi dari belakan seperti ada yang menarik tasku, g tau pasti kenapa? mungkin posisi wawancaraku salah ato apa. Hm... tapi yang penting bisa wawancara, weeeeeeekkkk...
Dan alhamdulillah berita sudah aku kirim. Liat ya beritanya di ekspresionline.com.
***
Pembaca, doakan pengalamanku kali ini bisa menjadi pembelajaran untukku yang sedang belajar menjadi wartawan olahraga. Semoga kelak aku tidak hanya bisa liputan olahraga yang didalam negri (baca: stadion Wembley di Inggris). Dan semoga aku bisa memiliki kamera profesional yang ada lensa panjang untuk liputan, bukan pinjem lagi. aminnnnn
catatan :
pelajaran yang aku petik hari ini
1. Sebelum wawancara harus: kenali medan, kenali pemain.
2. Melobi memberikan kemudahan.
3. Jangan hanyut dengan keadaan, tetap fokus.
4. PD aja untuk belajar.
2 komentar:
aku g diajak XO hwkwkkwkwk
seharusnya ngajak aq mbk.... hhh
Posting Komentar